Headlines

Critical Mass: Ketika Pesepeda Mengambil Kembali Ruang Jalan

Dari San Francisco, London, Budapest hingga Jakarta dan Garut, Critical Mass tumbuh dengan bentuk yang berbeda-beda. Namun satu gagasan menyatukan gerakan ini: pesepeda ingin terlihat sebagai bagian dari lalu lintas, bukan sekadar tamu di jalan raya. Eksplorindonesia.com — Pada suatu Jumat malam di September 1992, sejumlah pesepeda berkumpul di San Francisco, California, Amerika Serikat. Mereka…

Read Full News

Menjelajah Garut dari Jalur yang Tak Biasa

Eksplorindonesia.com — Garut tidak hanya menawarkan pemandangan yang bisa dinikmati dari balik kaca kendaraan. Di balik jalan-jalan yang semakin ramai oleh wisatawan, terdapat jalur lain yang membawa perjalanan lebih dekat kepada lanskap alam: jalan berbatu, tanah berlumpur, perkebunan teh, hutan pinus, lembah, hingga jalur kaki gunung. Di jalur semacam itulah wisata offroad menemukan daya tariknya….

Read Full News

EPILOG – Cipaganti: Warisan Dunia dari Lereng Papandayan

“Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu kita.” Eksplorindonesia.com – Kalimat itu mungkin tidak pernah benar-benar diucapkan oleh para leluhur Desa Cipaganti. Namun jika melihat bagaimana masyarakat desa ini memperlakukan alam selama ratusan tahun, makna itulah yang sesungguhnya mereka wariskan. Di lereng Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, ada sebuah kampung yang mengajarkan…

Read Full News

Cipaganti 2045: Dari Kampung Kukang Jawa Menuju Pusat Konservasi dan Pendidikan Bertaraf Dunia

Eksplorindonesia.com – Tidak semua desa memiliki kesempatan untuk mengubah sejarah. Namun, Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, telah membuktikan bahwa sebuah kampung kecil di lereng Gunung Papandayan mampu menarik perhatian ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Selama lebih dari satu dekade, desa ini menjadi rumah bagi penelitian jangka panjang mengenai Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), primata endemik…

Read Full News

Dari Lereng Papandayan ke Jurnal Ilmiah Dunia: Jejak Cipaganti dalam Peta Konservasi Internasional

Eksplorindonesia.com – Sebagian besar masyarakat mengenal Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, sebagai kawasan pertanian di lereng Gunung Papandayan. Namun di dunia akademik internasional, nama desa ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Selama lebih dari satu dekade, Cipaganti menjadi salah satu lokasi penelitian lapangan terpenting untuk mempelajari Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), primata nokturnal endemik…

Read Full News

Talun Cipaganti: Kearifan Sunda yang Menjaga Kukang Jawa, Kopi, dan Kehidupan

Eksplorindonesia.com – Di banyak tempat, pembangunan sering kali dihadapkan pada dua pilihan yang dianggap bertolak belakang: menjaga alam atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, kedua hal tersebut justru berjalan beriringan. Jawabannya terletak pada sebuah sistem pengelolaan lahan yang telah diwariskan masyarakat Sunda selama ratusan tahun, yaitu talun. Bagi masyarakat…

Read Full News

Kukang Jawa: Primata Berbisa yang Menjadi Penjaga Malam Lereng Papandayan

Eksplorindonesia.com – Di balik rimbunnya pepohonan dan kebun kopi Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, kehidupan baru dimulai ketika matahari tenggelam. Saat sebagian besar satwa diurnal beristirahat, seekor primata kecil perlahan keluar dari tempat tidurnya. Gerakannya sangat pelan. Hampir tanpa suara. Dengan kedua matanya yang besar, ia mengamati setiap cabang pohon sebelum melangkah hati-hati menuju…

Read Full News

Prof. Anna Nekaris: Ilmuwan yang Membawa Nama Cipaganti ke Panggung Konservasi Dunia

Eksplorindonesia.com – Jika berbicara tentang konservasi Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), ada satu nama yang hampir selalu muncul dalam berbagai jurnal ilmiah internasional, buku, hingga forum konservasi dunia, yakni Prof. K. Anne Isola (Anna) Nekaris. Selama lebih dari tiga dekade, primatolog asal Inggris tersebut mendedikasikan kariernya untuk mempelajari kukang, kelompok primata nokturnal yang hidup di Asia…

Read Full News

Janjan dan Dedi, Penjaga Sunyi dari Lereng Papandayan

Eksplorindonesia.com – Nama mereka mungkin tidak banyak dikenal masyarakat luas. Tidak sering tampil di televisi. Tidak pula mengejar sorotan media. Namun bagi para peneliti Kukang Jawa dari berbagai belahan dunia, dua nama ini sangat akrab: Janjan dan Dedi. Di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, keduanya dikenal sebagai penjaga kawasan konservasi Kukang Jawa. Selama lebih…

Read Full News

Ketika Dunia Datang ke Cipaganti: Dari Sebuah Desa di Garut, Lahir Inspirasi Konservasi untuk Dunia

Eksplorindonesia.com – Di peta dunia, Desa Cipaganti mungkin hanya sebuah titik kecil di lereng Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Namun bagi para primatolog, ahli konservasi, mahasiswa, hingga pembuat film dokumenter, nama Cipaganti memiliki arti yang jauh lebih besar. Selama lebih dari satu dekade, desa ini menjadi tujuan para ilmuwan dari berbagai negara untuk mempelajari…

Read Full News