101 Titik Serentak, 10 Ribu Peserta: Domino Piala Panglima TNI Bidik Rekor MURI
Eksplorindonesia.com — Permainan domino mengambil skala berbeda pada peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun ini.
Bukan sekadar turnamen di satu daerah, Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI 2026 digelar secara serentak di 101 titik di berbagai daerah Indonesia, Minggu, 27 September 2026.
Gelaran nasional tersebut melibatkan jajaran TNI dan Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) di berbagai daerah.
Skala penyelenggaraan secara serentak itu sekaligus diarahkan untuk mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Informasi persiapan dari sejumlah daerah menunjukkan bahwa pelaksanaan turnamen mengacu pada agenda nasional yang sama.
Di Surabaya, misalnya, Kodim 0830 bersama ORADO Kota Surabaya memastikan pertandingan digelar serentak pada 27 September.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyebut kegiatan tersebut ditargetkan menjadi kejuaraan domino dengan jumlah pertandingan terbanyak yang berlangsung secara bersamaan.
Skala tersebut terlihat dari target peserta. PB ORADO menargetkan sekitar 10 ribu peserta mengikuti turnamen yang berlangsung di 101 titik.
Sementara berdasarkan target minimal 64 pasangan pada setiap titik, penyelenggaraan 101 lokasi setidaknya membuka potensi partisipasi lebih dari 6.400 pasangan secara nasional.
Di Papua Barat Daya saja, misalnya, 256 pasangan mengikuti turnamen yang digelar di Sorong pada 26 September. Panitia daerah menyebut angka tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional pencatatan rekor MURI.
Dengan demikian, yang sedang dibangun ORADO bukan sekadar kompetisi domino dalam satu venue, melainkan sebuah pertandingan massal yang berlangsung serentak dalam skala nasional.
Dari permainan rakyat menuju olahraga terorganisasi
Fenomena ini juga berkaitan dengan perkembangan domino yang dalam beberapa tahun terakhir mulai didorong masuk ke dalam ekosistem olahraga yang lebih terorganisasi.
ORADO membangun struktur organisasi mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
Dalam penyelenggaraan Piala Panglima TNI, struktur tersebut digunakan untuk mengoordinasikan pelaksanaan pertandingan di berbagai daerah.
Di Sorong, Ketua Panitia Raymond Karubaba mengatakan peserta yang diperhitungkan dalam agenda rekor harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara nasional. Peserta juga diarahkan tercatat sebagai atlet ORADO.
Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menuju kompetisi olahraga yang lebih besar, termasuk Pra-PON dan PON 2028.
Domino, yang selama ini lebih sering ditemukan sebagai permainan rekreasi masyarakat di warung kopi, pangkalan ojek atau ruang-ruang pergaulan warga, kini sedang didorong menjadi olahraga yang mempunyai aturan, organisasi, perangkat pertandingan dan sistem kompetisi.
Di Sleman, misalnya, technical meeting Piala Panglima TNI diikuti 64 tim dan menggunakan The Law of Domino 101 sebagai regulasi pertandingan.
Perubahan tersebut menjadi salah satu konteks penting dari penyelenggaraan Piala Panglima TNI 2026.
Garut menjadi salah satu titik penyelenggaraan
Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang ikut dalam rangkaian nasional tersebut.
Di Garut, Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI diselenggarakan oleh Kodim 0611/Garut bersama Pengcab ORADO Kabupaten Garut di GOR Beladiri Garut.

Turnamen lokal tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan menyediakan total hadiah sekitar Rp50 juta, ditambah sejumlah doorprize. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran.
Panitia Garut menyiapkan sekitar 80 pasangan/tim, yang berasal dari unsur TNI, Polri, masyarakat serta perwakilan ORADO dari daerah sekitar. Sebanyak 26 wasit juga disiapkan untuk memandu pertandingan berdasarkan regulasi ORADO.
Pelaksanaan di Garut juga dirancang terhubung dengan agenda nasional. Dengan demikian, pertandingan yang berlangsung di GOR Beladiri Garut pada Minggu pagi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertandingan yang pada waktu yang sama digelar di berbagai daerah Indonesia.
Dandim: ruang mempertemukan TNI dan masyarakat
Dandim 0611/Garut Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P. melihat kegiatan tersebut dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai ruang interaksi antara TNI dan masyarakat.

Dalam penyelenggaraannya, Kodim 0611/Garut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan HUT TNI, tetapi juga berkolaborasi dengan ORADO untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat diikuti masyarakat.
Pesan yang dibawa adalah sportivitas dan kebersamaan. Kompetisi menjadi bagian dari kegiatan, sementara interaksi antara peserta dari berbagai latar belakang menjadi sisi lain yang ingin dibangun melalui turnamen tersebut.
Kolaborasi TNI dengan ORADO di Garut juga menunjukkan bagaimana momentum HUT TNI digunakan untuk membuka ruang partisipasi masyarakat melalui kegiatan olahraga.
Dispora melihat potensi olahraga masyarakat
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Asep Mulyana menempatkan kegiatan semacam ini dalam perkembangan olahraga masyarakat.
Menurutnya, ruang olahraga tidak hanya berkaitan dengan cabang-cabang olahraga yang selama ini identik dengan pertandingan fisik. Perkembangan olahraga juga dapat bertumpu pada aktivitas masyarakat yang kemudian dibangun dengan aturan, organisasi dan sistem kompetisi.
Karena itu, penyelenggaraan turnamen domino berskala nasional menjadi bagian dari dinamika perkembangan olahraga masyarakat di daerah.
Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang mengandung unsur kompetisi, konsentrasi, strategi dan sportivitas.
Menunggu rekap nasional
Pada akhirnya, tantangan terbesar Piala Panglima TNI 2026 bukan hanya menyelenggarakan pertandingan di 101 lokasi.
Ada satu angka yang masih harus menunggu proses verifikasi: berapa jumlah peserta dan pasangan yang benar-benar tercatat dalam pelaksanaan serentak nasional.
Angka tersebut akan menentukan seberapa besar capaian penyelenggaraan dalam upaya pencatatan rekor MURI.
Jika target sekitar 10 ribu peserta tercapai, maka turnamen ini bukan hanya menjadi salah satu agenda olahraga dalam rangka HUT ke-81 TNI, tetapi juga memperlihatkan perubahan skala olahraga domino—dari permainan yang tumbuh secara informal di tengah masyarakat menjadi kegiatan olahraga yang mampu dikoordinasikan secara nasional.
Dari 101 titik itu, Garut menjadi salah satunya.
Domino dimainkan di meja yang berbeda-beda, tetapi pada hari yang sama, dengan aturan yang sama dan membawa satu agenda nasional: Piala Panglima TNI 2026. (*)
Sumber: Daspublika.com, InfoPublik, Radar Sorong, Sorongraya, Media Center Sleman, Priangan Insider, dan laporan persiapan ORADO daerah.
